Mengenal Penanggalan Imlek

Mengenal Penanggalan Imlek
http://www.socineer.com
Setiap tahun, kira-kira mendekati akhir Januari atau pada paruh pertama bulan Februari dirayakan Tahun Baru Imlek. Perayaan Tahun Baru Imlek ini bukan hanya dirayakan oleh orang tionghoa, tetapi juga dirayakan di Korea, dan Vietnam, walaupun secara resmi kalendar Imlek sudah tidak digunakan untuk keperluan administratif dan bisnis sehari-hari.

Penanggalan tionghoa termasuk penanggalan yang banyak disalah mengerti, karena memang tidak mudah untuk dikalkulasi dengan perhitungan sederhana. Penanggalan internasional (Masehi) menggunakan posisi relatif bumi terhadap matahari sebagai referensi, dan karena itu dikenal sebagai penanggalan matahari (solar calendar). Penanggalan Islam menggunakan bulan sebagai referensi, dan karena itu dikenal sebagai penanggalan bulan (lunar calendar). Lalu penanggalan tionghoa menggunakan referensi apa?

Kata Imlek itu dari pengucapan Hokkian, Im artinya bulan, Lek artinya penanggalan. Secara harafiah dengan demikian Imlek artinya penanggalan bulan. Dalam bahasa Mandarin, dikenal sebagai Yinli. Karena arti Imlek ini, maka disebutlah bahwa penanggalan tionghoa itu penanggalan berdasarkan bulan, dan diberi nama Chinese Lunar Year. Tepat atau tidaknya penamaan ini, tergantung mau membandingkan dengan penanggalan yang mana. Jika dibandingkan dengan penanggalan Masehi dan Islam, maka jelas rata-rata panjang tahun penanggalan Imlek untuk jangka waktu panjang sama dengan penanggalan Masehi yang bereferensikan matahari. Kita tahu panjang tahun penanggalan berdasarkan bulan seperti tahun Islam itu selalu lebih singkat daripada tahun matahari. Karena itu Hari Raya Idul Fitri selalu bergeser terus dari Januari sampai ke Desember. Sedangkan Tahun Baru Yinli selalu ada di Januari atau Februari penanggalan Masehi. Jadi penanggalan tionghoa itu menggunakan referensi bulan atau matahari? Jawabnya adalah, kedua-duanya, karena itu istilah yang tepat adalah penanggalan bulan-matahari (Luni-Solar Calendar).

Kalau memang kalendar tionghoa mendasarkan diri pada bulan dan matahari, kenapa orang tionghoa itu sendiri menamakannya sebagai penanggalan Yinli (penanggalan bulan)? Karena orang tionghoa tidak membandingkan penanggalan mereka itu dengan penanggalan Masehi atau Islam, tetapi membandingkan dengan penanggalan lain dari yang ada dalam masyarakat tionghoa sendiri. Penanggalan lain itu adalah penanggalan Yangli. Kedua sifat, Yin dan Yang itu adalah sifat dasar dalam pemikiran tionghoa kuno. Yin adalah bulan, Yang adalah matahari. Karena ada dua kalendar yang digunakan, maka satu dinamakan Yinli, yang lain Yangli. Jadi Lunar vs Solar itu harus dilihat berdasarkan sudut pandang tionghoa. Selama ribuan tahun orang tionghoa menggunakan penanggalan ganda.

Penggunaan penanggalan Yangli yang menggunakan matahari sebagai referensi sekarang ini terbatas. Gabungan kalendar ganda ini dulu berguna sekali untuk digunakan dalam bidang pertanian karena mampu meramalkan gerak matahari dan bulan dengan baik, dan gerak kedua objek langit yang penting itu mempengaruhi cuaca di bumi. Sekarang penggunaan Yangli terbatas pada urusan menghitung-hitung nasib dari tanggal lahir seseorang. Penanggalan Yinli menggunakan perhitungan Yangli dan menggabungkannya dengan pergerakan bulan. Secara tradisional, dulu dinamakan penanggalan Yinyangli (luni-solar calendar). Untuk membedakan panjang tahun Yangli dengan Yinli, maka nama tahun Yinli yang dipakai adalah NIEN, sedangkan nama tahun Yangli dipakai SUI. Kata SUI saat ini juga dipakai untuk menyatakan umur seseorang.

Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Festival Musim Semi. Ini mungkin terasa aneh untuk yang mengenal penanggalan internasional, karena menurut kalendar internasional musim semi belum mulai sebelum equinox matahari pada minggu ketiga bulan Maret. Disinilah letak perbedaan cara pandang tionghoa dengan Eropa dalam soal musim ini.

Orang Eropa membagi musim berdasarkan sensasi yang dirasakan. Ketika hari panas dikatakan sebagai musim panas, pada waktu dingin dikatakan musim dingin. Orang tionghoa dulu tidak selalu berpatokan pada hal itu. Karena pengetahuan dan filsafat ribuan tahun dulu di China sudah maju, maka mereka bisa mengabstraksikan alam. Mereka sudah kenal astronomi dan perhitungan gerakan matahari dan bulan dengan cukup tepat. Dan karena filsafat yang berpengaruh di China selalu mencari jalan tengah (moderasi), maka mereka selalu menunjuk sesuatu berdasarkan nilai tengah (Baca: Zhong: Mentalitas Mandarin). Sedari awal mereka menghitung titik awal musim semi dari perhitungan astronomi yang lebih abstrak.

Jadi, misalnya, kapan waktu tengah musim panas? Orang tionghoa dulu berpandangan, waktu tengah musim panas adalah pada waktu matahari paling lama menyinari bumi. Jadi itu artinya ada di sekitar 21 Juni, waktu Summer Soltice. Pada titik tengah itulah, musim panas dikatakan mencapai titik tengah. Terdengar masuk akal toh? Kalau pertengahan musim panas itu ada pada Summer Soltice, maka musim panas itu seharusnya dimulai dari Mei, dan berakhir pada awal Agustus. Jadi berbeda dengan pandangan Eropa, bahwa Summer itu jestru berawal dari 21/22 Juni.

Dengan demikian musim semi juga, berasal bukan pada posisi equinox, tetapi kira2 1.5 bulan sebelum equinox, berdasarkan cara pandang titik tengah tersebut. Dengan demikian, Festival Musim Semi tionghoa selalu datang lebih awal daripada festival musim semi Eropa, karena perbedaan cara perhitungan tersebut.

Kenapa Angka Tahun Tionghoa ada berbagai jenis?

Ada yang mengatakan tahun Masehi 2006 ini adalah tahun tionghoa 4643, ada yang bilang 4703, atau 4704, atau malah 2557. Kenapa bisa berbeda-beda seperti itu?

Itu disebabkan semua angka itu ciptaan Abad ke-20. Penanggalan Masehi versi Gregorian juga mengalami nasib yang sama jaman dulu, angka tahun ditetapkan jauh sesudah tahun 1, baru kemudian dicari mana angka tahun 1, dan kemudian tahun-tahun lain berlaku surut. Tetapi sampai dengan Abad-20 penanggalan Masehi versi Gregorian itu sudah mantap, tidak tidak diragukan lagi kecuali oleh beberapa Gereja Orthodox yang masih menganut penanggalan Julian dalam penanggalan liturginya.

Selama ribuan tahun, orang tionnghoa tidak mengakumulasi angka tahun. Penanggalan administratif dihitung dari mulainya dinasti yang sedang berkuasa. Setiap ada pergantian dinasti, angka tahun dimulai dari awal lagi. Lalu setiap kaisar baru, akan ada tahun kalendarnya juga.

Ada satu jenis perhitungan lagi yang tidak berdasarkan dinasti dan digunakan untuk menghitung siklus waktu yang besar. Perhitungan itu lebih bersifat siklik. Siklusnya adalah 12 tahun (masing-masing ditandai dengan lambang zodiac/shio). Lalu ada siklus yang lebih besar 60 tahun (12 shio × 5 unsur). Siklus 60 tahun itu disebut siklus sexagecimal. Siklus inilah yang dipakai, mirip dengan penanggalan Mesopotamia kuno. Siklus itu dimulai dari waktu pertama penanggalan sexagecimal dimulai dari tahun ke-61 pemerintahan Kaisar Kuning, pada tahun 2637 sM (sebelum Masehi)1. Dari siklus ini, bisa didapatkan bahwa angka tahun 2006 adalah: 2637 + 2006 = 4643. Jadi tahun 2006 menurut perhitungan ini adalah tahun 4643.

Sebelum Revolusi, Dr. Sun Yat Sen mau menghentikan cara mengakumulasi tahun dari dimulainya suatu dinasti2. Karena itu dia mengambil patokan tahun pemerintahan pertama dari kaisar yang dianggap menjadi kaisar pertama di China, yaitu Kaisar Kuning. Kaisar Kuning dianggap mulai memerintah dari tahun 2697 sM. Sehingga perhitungannya untuk tahun 2006 adalah: 2697 + 2006 + 1 = 4704. Penambahan angka satu disebabkan kesalahan yang terjadi waktu Dr. Sun mulai menghitung, dia menambah angka 1 untuk mengoffset tahun 0 dari tahun Masehi. Padahal tahun Masehi tidak ada tahun 0. Tahun Masehi dimulai dari tahun 1, dan sebelum tahun 1 dikatakan sebagai tahun 1 sM (sebelum Masehi). Karena waktu dulu, angka nol belum dikenal di Eropa, dan angka nol tidak dituliskan dalam huruf Romawi.

Tahun yang diperkenalkan kaum Republikan tersebut, diperbaiki oleh penganut Taoism dengan meniadakan offset 1 tahun, dengan demikian tahun 2006 dihitung berdasarkan cara tersebut adalah tahun 4703. Perhatikan bahwa anka 4703 ini berbeda 60 tahun dari angka tahun 4643 diatas, sehingga kedua cara perhitungan angka tahun ini berdasarkan pada awal siklua sexagecimal.

Di Indonesia juga dikenal angka tahun yang dihitung dari tahun kelahiran Confucius. Confucius diperkirakan lahir pada tahun 551 sM. Jadi dengan demikian, tahun 2006 Masehi adalah tahun ke 2557 sejak kelahiran Confucius (551 + 2006 = 2557), sehingga tahun tersebut ditulis sebagai tahun tionghoa 2557. Cara perhitungan angka tahun ini tidak lazim dipergunakan di tempat lain selain di Indonesia.

Perlu diingatkan kembali, semua angka-angka tahun di atas adalah hasil kreasi jaman modern. Dalam pandangan saya, angka tahun yang dimulai dari siklus sexagecimal itu lebih bagus untuk diterapkan. Pertama, lebih mudah untuk digabungkan dengan perhitungan shio dan unsur. Kedua, tidak mengandung kesalahan penambahan offset tahun 0 dari proposal Dr. Sun. Selain itu juga, angka ini dipakai lebih banyak dipakai di Barat, dan perbagai komputasi standar menggunakan cara ini. Cara ini juga lebih bersifat kultural, karena pada waktu itulah budaya tionghoa memulai proses perhitungan hari mereka secara lebih sistematik dan standar.

 


  1. Hari pertama dimulainya siklus sexagecimal penanggalan tionghoa adalah 15 February 2637 sM (sebelum Masehi) menurut penanggalan Gregorian (penanggalan internasional yang dipakai sekarang), atau 8 Maret 2637 sM (sebelum Masehi) menurut penanggalan Julian.
  2. Pilihan Dr. Sun ini dipergunakan oleh koran-koran kaum Republikan sebelum Revolusi. Tujuan lain adalah untuk melemahkan legitimasi Dinasti Qing dengan tidak memakai tahun Qing. Pilihan itu diterima oleh masyarakat tionghoa di Amerika seperti di San Francisco, dan mulai membuat kalendar berdasarkan tahun tersebut. Sesudah Revolusi, Republik menggunakan penanggalan Republik, dengan 1 Januari 1912 sebagai hari pertama dan tahun pertama Republik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: